Adisumarmo Wiryokusumo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Opsir Muda Udara I (Anumerta) Adisumarmo Wiryokusumo (lahir di Blora, Jawa Tengah, 31 Maret 1921 – meninggal
di Bantul, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 26 tahun) adalah salah
seorang pahlawan nasional Indonesia. Bersama Adisoetjipto, Abdoelrahman Saleh, Husein Sastranegara, dan Iswahjoedi Adi Sumarmo dikenal sebagai perintis TNI AU Indonesia.
Adi Soemarmo adalah
pendiri sekolah Radio Telegrafis Udara yang pertama kali di lingkungan Angkatan
Udara dan merupakan embrio dari Sekolah Radio Udara di kemudian hari. Peran
radio AURI sangat besar karena mampu membuka mata dunia terhadap perjuangan bangsa
Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Namun kariernya di Angkatan Udara begitu
singkat, Adi Soemarmo mendapat perintah menjadi Radio Operator pesawat VT-CLA
yang terbang ke India dalam upaya mengambil bantuan obat-obatan yang diberikan
oleh Palang Merah Malaya dan India
Tragedi Dakota VT-CLA
Pada 29 Juli 1947, pesawat udara Dakota VT-CLA pulang menuju Maguwo, Yogyakarta.
Pesawat udara Dakota dikemudikan oleh Pilot Alexander Noel Constantine
(Australia) dan Co-pilot Roy L.C. Hazlehurst bersama Komodor, serta Juru Teknik
Bhida Ram berkebangsaan India. Dalam pesawat udara Dakota terdapat penumpang
lain yaitu Beryl Constantine (Inggris) istri Alexander Noel, Zainul Arif, Abdul
Gani Handonotjokro, serta tiga tokoh AURI, yaituKomodor Muda Udara Adi Sutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh,
Opsir Muda Udara I Adi Soemarmo. Pesawat udara Dakota VT-CLA saat itu dalam
perjalanan pulang dari Singapura menuju Yogyakarta, yang sedang membawa
bantuan obat-obatan, ditembak jatuh pesawat udara P-40 Kitty Hawk Belanda yang
berasal dari pangkalan Kalibanteng, Semarang, yang dipiloti oleh Letnan Satu
B.J. Reusink dan Sersan Mayor W.E. Erkelens.
Pesawat jatuh
di dusun Ngoto, Ds. Bangunharjo, Sewon Kabupaten
Bantul, Yogyakarta.
Awak pesawat dan beberapa penumpang gugur dalam peristiwa yang menyedihkan itu,
termasuk tiga orang perintis AURI, yaitu Adi Soemarmo, Adisucipto dan
Abdulrachman Saleh. Satu-satunya penumpang yang selamat adalah Abdul Gani
Handonotjokro. Untuk mengenang kejadian tanggal 29 Juli 1947 tersebut, sejak tahun 1955
dijadikanlah hari itu sebagai Hari Berkabung AURI. Opsir Muda Udara I Adi
Soemarmo dimakamkan di pemakaman Semaki, yang kemudian berubah menjadi Taman
Makam Pahlawan Kusuma Negara Semaki. Pada 9 November 1974, Pemerintah Indonesia
menetapkan Adi Soemarmo sebagai Pahlawan Nasional berdasar Keputusan Presiden No.
071/TK/1074. Namanya kemudian diabadikan Bandar Udara Panasan, Surakarta,
menjadi Bandar Udara Internasional Adi
Sumarmo.
.
Sumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Adisumarmo_Wiryokusumo
