Senin, 23 November 2015

Sedekah Bumi Desa Undaan Tengah


Tradisi adalah suatu kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu wilayah,  kebudayaan, golongan/agama yang sama.Hal yang paling mendasar  dari tradisi yaitu adanya informasi yang di teruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi akan punah. Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. Baik tradisi cultural yang semuanya ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat jawa, hingga sangat sulit untuk mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait dengan jumlah kebudayaan yang ada dalam masyarakat jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat jawa yang hingga sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah SEDEKAH BUMI. Tradisi sedekah bumi ini merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di Desa Undaan Tengah  yang sudah berlangsung secara turun temurun dari jaman dahulu. Tujuan sedekah bumi adalah  untuk melestarikan  budaya jawa dan sebagai bentuk wujud  rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunia bagi rakyat Desa Undaan Tengah.

    Dalam rangka melestarikan  budaya jawa dan menyambut tahun baru Islam 1436 H, Pemerintah Desa Undaan Tengah lewat Panitia Pelaksana Kegiatan Sedekah Bumi Kholis S.Pd.I ,  pada tanggal 27 Oktober 2014 akan menyelenggarakan Sedekah Bumi dengan rangkaian acara pemotongan Dua Kerbau yang  akan dibagikan ke warga Desa Undaan Tengah dalam bentuk  PACALAN BESEKAN ( nasi dalam kardus ), ba'da magrib  dilanjutkan dengan  Do'a Bersama oleh Pemerintahan Desa Undaan Tengah dan Tokoh Masyarakat. Untuk malam hiburan Rakyat akan di Pentaskan Pagelaran  Seni budaya Ketoprak Bhakti Kuncoro dari Pati yang dimeriahkan oleh Kancil dan Belong. (Pemdes)

Senin, 28 September 2015

Biografi Adi Soemarmo

Adisumarmo Wiryokusumo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Adisumarmo Wiryokusumo.jpg
Opsir Muda Udara I (Anumerta) Adisumarmo Wiryokusumo (lahir di Blora, Jawa Tengah, 31 Maret 1921 – meninggal di Bantul, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Bersama Adisoetjipto, Abdoelrahman Saleh, Husein Sastranegara, dan Iswahjoedi Adi Sumarmo dikenal sebagai perintis TNI AU Indonesia.
Adi Soemarmo adalah pendiri sekolah Radio Telegrafis Udara yang pertama kali di lingkungan Angkatan Udara dan merupakan embrio dari Sekolah Radio Udara di kemudian hari. Peran radio AURI sangat besar karena mampu membuka mata dunia terhadap perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Namun kariernya di Angkatan Udara begitu singkat, Adi Soemarmo mendapat perintah menjadi Radio ­Operator pesawat VT-CLA yang terbang ke India dalam upaya mengambil bantuan obat-obatan yang diberikan oleh Palang Merah Malaya dan India

Tragedi Dakota VT-CLA

Pada 29 Juli 1947, pesawat udara Dakota VT-CLA pulang menuju Maguwo, Yogyakarta. Pesawat udara Dakota dikemudikan oleh Pilot Alexander Noel Constantine (Australia) dan Co-pilot Roy L.C. Hazlehurst bersama Komodor, serta Juru Teknik Bhida Ram berkebangsaan India. Dalam pesawat udara Dakota terdapat penumpang lain yaitu Beryl Constantine (Inggris) istri Alexander Noel, Zainul Arif, Abdul Gani Handonotjokro, serta tiga tokoh AURI, yaituKomodor Muda Udara Adi Sutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, Opsir Muda Udara I Adi Soemarmo. Pesawat udara Dakota VT-CLA saat itu dalam perjalanan pulang dari Si­ngapura menuju Yogyakarta, yang sedang membawa bantuan obat-obatan, ditembak jatuh pesawat udara P-40 Kitty Hawk Belanda yang berasal dari pangkalan Kalibanteng, Semarang, yang dipiloti oleh Letnan Satu B.J. Reusink dan Sersan Mayor W.E. Erkelens.
Pesawat jatuh di dusun Ngoto, Ds. Bangunharjo, Sewon Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Awak pesawat dan beberapa penumpang gugur dalam peristiwa yang menyedihkan itu, termasuk tiga orang perintis AURI, yaitu Adi Soemarmo, Adisucipto dan Abdulrachman Saleh. Satu-satunya penumpang yang selamat adalah Abdul Gani Handonotjokro. Untuk mengenang kejadian tanggal 29 Juli 1947 tersebut, sejak tahun 1955 dijadikanlah hari itu sebagai Hari Berkabung AURI. Opsir Muda Udara I Adi Soemarmo dimakamkan di pemakaman Semaki, yang kemudian berubah menjadi Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Semaki. Pada 9 November 1974, Pemerintah Indonesia menetapkan Adi Soemarmo sebagai Pahlawan Nasional berdasar Keputusan Presiden No. 071/TK/1074. Namanya kemudian diabadikan Bandar Udara Panasan, Surakarta, menjadi Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo.


 .
Sumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Adisumarmo_Wiryokusumo